PT Ekamas Mora Republik Tbk (IDX : MORA) (selanjutnya disebut “Perusahaan”) merupakan salah satu penyedia infrastruktur dan jaringan telekomunikasi swasta terbesar di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2000.
Morarepublic bergerak dalam bidang aktivitas telekomunikasi dengan kabel, aktivitas telekomunikasi tanpa kabel, internet service provider, jasa interkoneksi internet (NAP) dan data center.
Perusahaan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan bisnis dan melakukan inovasi produk secara terus menerus sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang dinamis.

Berdiri pada tahun 2000, Morarepublic memulai usahanya sebagai penyedia layanan internet dan kartu telepon.
Kemudian, di tahun 2007, Morarepublic bertransformasi menjadi perusahaan penyedia jasa infrastruktur telekomunikasi dengan membangun jaringan kabel serat optik sepanjang 7,5 km di Pulau Jawa. Morarepublic memiliki keunggulan dalam infrastruktur jaringan serat optik dan industri telekomunikasi. Keunggulan ini mengantarkan Perseroan terus berkembang hingga ke tingkat global.
Di tahun 2008 Morarepublic mendirikan perusahaan anak di Singapura serta membangun kabel laut Morarepublic International Cable-System One (MIC-1) yang menghubungkan Jakarta dengan Singapura.
Di tahun 2009, Morarepublic aktif mengembangkan jaringan internasional dengan membangun jaringan kabel serat optik bawah laut BDM (Batam-Dumai-Malaka).
Di tahun 2010, seiring dengan kepercayaan yang tumbuh kuat kepada Perseroan, Pemerintah Singapura memberikan lisensi Facilities-Based Operations (FBO) sebagai gateway untuk layanan leased line internasional. Di tahun yang sama, Morarepublic memperkuat jaringannya dengan membangun Sumatera Backbone yang merupakan pembangunan jaringan backbone baik untuk Submarine Cable dan Inland Cable yang melintasi sepanjang Pulau Sumatera. Pemerintah Indonesia juga mempercayakan Perseroan untuk mendukung pengembangan infrastruktur lokal nasional dengan memberikan izin-izin dan lisensi usaha telekomunikasi seperti JARTUP (Jaringan Tetap Tertutup), NAP (Network Access Point), ISP (Internet Service Provider), dan JARTAPLOK (Jaringan Tetap Lokal), serta Perseroan dipercaya untuk membangun dan mengoperasikan pusat data nasional yaitu Nusantara Internet Exchange (NIX). Untuk mendukung kegiatan usaha.
Di tahun 2012 Morarepublic mendirikan 6 (enam) Nusantara Data Center (NDC) dengan standard design Tier 2, yang saling terintegrasi di Medan, Batam, Palembang, Jakarta, Surabaya, Bali. Seluruh NDC Morarepublic terhubung dengan ratusan PoP dan High Rise Building serta seluruh jaringan Morarepublic. Di tahun yang sama, Morarepublic juga mengembangkan jaringan internasional kabel serat optik bawah laut B3JS (Jakarta-Bangka-Bintan-Batam-Singapura) sebagai proyek ke-3 (kabel laut) untuk lingkup internasional, sehingga jaringan kabel serat optik yang telah berhasil dibangun hingga tahun 2012 mencapai sepanjang 7.620 km.
Di tahun 2014, Morarepublic memperkuat jaringannya melalui infrastruktur Metro-E yang dibangun di 21 kota, sehingga total jaringan yang dimiliki di tahun 2014 mencapai sepanjang 9.681 km.
Pada tahun 2015 Morarepublic memutuskan untuk melakukan ekspansi pada Fiber To The X (FTTX) untuk Corporate Market. Setahun kemudian, Morarepublic merambah pasar ritel FTTX melalui brand “oxygen.id”.
Pengalaman panjang sebagai perusahaan terpercaya telah menempatkan Morarepublic sebagai penyelenggara infrastruktur telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Berkat keunggulan yang dimiliki Perseroan, Pemerintah Indonesia mempercayakan Morarepublic untuk menjalankan proyek strategis nasional infrastruktur prioritas Pemerintah Pusat dengan menunjuk Perseroan sebagai pemenang tender Proyek Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Timur pada 2016. Proyek Palapa Ring merupakan proyek antara Pemerintah Pusat dengan anak perusahaan Morarepublic yaitu PT Palapa Ring Barat dan PT Palapa Timur Telematika yang diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia yang bertujuan untuk membangun infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia. Proyek Palapa Ring mengintegrasikan jaringan yang sudah ada dengan jaringan baru. Jaringan tersebut akan menjadi tumpuan semua penyelenggara telekomunikasi dan pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia dan terintegrasi dengan jaringan yang telah dimiliki oleh penyelenggara telekomunikasi. Proyek Palapa Ring Paket Barat telah beroperasi sejak Maret 2018, sedangkan Palapa Ring Paket Timur beroperasi sejak Agustus 2019.
Setelah sukses melaksanakan proyek Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Timur yang keduanya merupakan proyek strategis nasional infrastruktur prioritas Pemerintah Pusat, Morarepublic melalui KSO BPS-Moratelindo yang merupakan joint operation dibentuk pada tanggal 6 Desember 2019 antara Perseroan dengan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (Perseroda) (“BPS”) berdasarkan hasil seleksi mitra kerja sama operasi Proyek Kerjasama Penyediaan Pelayanan Publik Prasarana Pasif Telekomunikasi yang diselenggarakan oleh BPS, berhasil kembali memperoleh kepercayaan Pemerintah Kota Semarang untuk bekerja sama dalam proyek pembangunan, pengoperasian, pengusahaan dan penyediaan pelayanan infrastruktur pasif telekomunikasi di wilayah Kota Semarang. Kerja Sama Penyediaan Pelayanan Publik Prasarana Pasif Telekomunikasi Kota Semarang merupakan proyek pembangunan pengoperasian, pengusahaan dan penyediaan U-ditch (saluran dari beton bertulang dengan bentuk penampang huruf “U”) dan/atau Makroduct (saluran pipa High-Density Polyethylene/HDPE) bersama yang digunakan untuk penempatan kabel serat optik oleh para operator telekomunikasi sehingga tidak terdapat lagi kabel-kabel serat optik udara melalui tiang-tiang dan menara telekomunikasi selular yang akan digunakan oleh para operator telekomunikasi, serta fasilitas dan perangkat pendukungnya. Melalui proyek ini, KSO BPS-Moratelindo akan melaksanakan pembangunan pekerjaan ducting bersama dan menara telekomunikasi selular dengan perkiraan sepanjang 506.064-meter U-ditch dan/atau Makroduct di ruas jalan milik Pemerintah Kota Semarang yang diawali pada ruas-ruas jalan prioritas di kota Semarang yakni Jalan MT Haryono, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran, Jalan Bunderan Simpang Lima, Jalan Gajah Mada, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Pemuda. Pola kerja sama Pemerintah Kota Semarang dan KSO BPS-Moratelindo didasarkan pada Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga (KSDPK) dalam hal penyediaan Pelayanan Publik, dengan periode kerja sama selama 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak Tanggal Operasional Komersial. Sebagai bentuk pengembalian investasi, KSO BPS-Moratelindo akan menyewakan Aset Proyek ke operator-operator telekomunikasi selama 20 tahun setelah Tanggal Operasi Komersial.
Di tahun 2021 Morarepublic terus melakukan ekspansi dengan mengembangkan Fiber To The Home (FTTH) ke kota-kota baru seperti Jambi, Bandung, Semarang serta melanjutkan pengembangan FTTX ke kota Kupang dan Labuan Bajo. Morarepublic terus melakukan perluasan daerah Oxygen Home (internet rumah), di mana FTTH di akhir tahun 2021 telah mencapai 413.025 home pass dan 111.968 total pelanggan. Per 31 Desember 2021 solusi FTTX Perseroan menyediakan koneksi ke sekitar 216 gedung dan 6.700 koneksi ke entitas swasta dan pemerintah (yang bukan merupakan penyelenggara telekomunikasi).
Dari sisi Pasar Modal, Morarepublic juga telah berhasil menerbitkan Obligasi pada tahun 2017 dengan nilai Rp1.000.000.000,- (satu triliun Rupiah), yang pada masa penawaran awal-nya mendapat tanggapan yang positif dari investor dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga sekitar 1,4 kali dari target Rp1.000.000.000,- (satu triliun Rupiah) dan menerbitkan Sukuk melalui Penawaran Umum Berkelanjutan pada tahun 2019 dengan nilai Rp1.000.000.000,- (satu triliun Rupiah); tahun 2020 dengan nilai Rp277.000.000.000,- (dua ratus tujuh puluh tujuh miliar Rupiah) dan Rp389.515.000.000,- (tiga ratus delapan puluh sembilan miliar lima ratus lima belas juta Rupiah); dan tahun 2021 dengan nilai Rp500.000.000.000,- (lima ratus miliar Rupiah).
Efektif per Juli 2022 Morarepublic telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham sehingga status Perusahaan berubah menjadi Perusahaan Terbuka. IPO Perseroan mengalami kelebihan permintaan alias oversubscribed hingga 227,35 kali, melampaui sejumlah target yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini merupakan sebuah momen bersejarah bagi Perseroan dimana sebagai indikator respon positif dari tingkat kepercayaan masyarakat kepada MORA. Per tanggal 8 Agustus 2022 Moratelindo telah resmi mencatatkan sahamnya untuk diperdagangkan di Papan Utama Bursa Efek Indonesia (“BEI”) dengan kode saham MORA.